Apaa yaa Judulnya?

Ya Allah, Engkau yang penuh kasih yang memberi kami kesempatan besar bernama bulan Ramadhan.

Meskipun hambamu satu ini malah fokus ngerjain proyek, padahal skripsi ge teu acan rengse.

Proyek yang kali ini bisa dibilang proyek dengan fee terbesar sepanjang hidup saya sebagai mahasiswa freelancer hingga saat ini. Pakai ilmu baru deuih, Adobe After Effects.

Tapi ngerjainnya bener-bener stress. Oh, bukan stress sih, kesel. Soalnya laptop saya yang juara aja ga kuat. Leleeet pisan previewna. Kudu nambah RAM deui ieu mah.

…..

Ya Allah, apa saya ujub teuing gitu? Maafkan hambaMu yang nakal ini Ya Allah. Hamba takut, mati dalam keadaan terlalu mengejar dunia seperti ini.

Well, sisi baiknya adalah, saya kapok jadi procrastinator. Dan makin selancar di Adobe After Effects. Nambal modal, lah, buat skripsi. Terutama dalam segi rekaman narasi. Masih kerasa pisan tone narasi yang enakeun kayak gimana.

Yah, bisa curhat di wordpress kayak gini soalnya udah mau beres. Dan berikutnya ada kerjaan kecil satu lagi, ngegambar udangan pernikahan.

Terus yang gambarnya kapan nikah? Hahahaha.

… belum siap.

Oh well, lebaran going to be torture for mee… pertanyaan kapan lulus kapan nikah. Please stop asking that, udah tergolong zholim oge, bikin orang nyeri hate.

All I want to do now is finish these projects and FOCUS ON RAMADHAN! Mangaaaaaats!

Satu Minggu ke Belakang

Satu minggu ke belakang ini, I feel alive. Walaupun saya seorang hikikomori, mahasiswa tahun ke 6.5 yang belum lulus kuliah S1, dan wanita hampir 24 tahun yang lajang. Ugh. Ngelist semua itu jadi terdengar nelangsa banget, sih. Haha.

But miraculuosly I feel alive. Because despite of not graduanting yet, I get closer to my dream. It’s not ordinary “closer”, because these current steps I take are matter. 

My vision of life got clearer than ever. Saya nggak sabar ingin segera lulus dan mulai mewujudkan mimpi ini. Ah. Bismillah.

AE! 2

I get hold of After Effects, really, thanks Allah!

Firstly, Alhamdulillaah Yaa Rabb, for giving me ease.

I get hold of all the basic, now the things  I must do is apply the knowledge onto my own animations.

Now when I watch TED-Ed videos, I can guess how the animator do that.

May Allah give me ease over and over again. Maybe I’ll face some unexpected hardship in applying these knowledge, but I trust Allah, because in my 24-year life, He never abandoned even once.

*Sob

AE!

To be honest, at first, learning After Effects for me is really scary~

I tried to follow the tutorial but I just DON’T GET IT.

The properties is so many, I don’t know what do and don’t click.

Why is my result different from the tutorial? Where did I go wrong?

But I put a little ‘sabr’ at that, now I kind of, get it.

I know how to import assets, (thanks to my job) I already knew how to make assets with well layer arrangements to work in Adobe After Effects.

I know the basic of Character Rigging, and many tools and plug-in I can work with.

I know basic of motion, sets keyframes.

Hey, and I get some of the properties too. What properties can be sets on keyframes.

I even know how to edit the motion graphics (literally graphics you see in math, the curves), and I indtroduced to some scripts too (there’s the damn scripst in here?! Hahaha, interesting, I soo don’t get it that I laugh.).

Plenty, huh.

Though I just put a little ‘sabr’ in that.

 

 

New Things I Want to Do

I fall in love with Islamic history! It’s like a long movie that full of conflict, up and downs, and no other movies ever beat it.

I want to learn deeper in that subject, and I want to retell the story to other people, lots of peole, in my own way. Well, I’d love to be an author. I think a comic is nice. Because it’s full of pictures, that makes you feel like you being there. I think it’s a good way to introduce the beauty of Rasulullah SAW’s life, or the sahabi’s life, or the Islamic hero’s life like Muhammad Al-Fatih.

I know this one comic, a good example of telling-a-story-that-makes-you-feels-like-you-are-there-yourself, a Japanese comic a.k.a manga, titled Otoyomegatari, or “The Bride’s Story” in translation.

It’s a story about brides -of course we know from the title-, but the fascinating things about this manga is the culture. It’s ancient Islamic culture, I tell you, definitely! But the author doesn’t explicitly tell that, or maybe she doesn’t know herself. It’s not too Islamic since the author treat it like that way of like is just a nique culture -well, understandable since the author is not a Muslim- but we can tell from the way the culture in the story goes, like some of the women in there fully covered their hair, men and women don’t interact freely except to their family and spouse, looking for spouse is daddy-thing, the goverment direction comes from discussion (musyawarah), ect.

I want to create a comis like that too, but now with proper Islamic way of life ( I don’t say “culture” because Islam is not a culture),  and introduce the beauty of the golden time of Islam. Because that kind of life soon will arrive on this earth. Hopefully I can fulfill this dream! Inshaa Allah!

Gotta learn a lot! Excited! XD

Dilihat

Wahai Allah, lihatlah!
Inilah bentuk pengabdianku,
inilah bentuk syukurku,
inilah yang kupilih,
untuk kulakukan di jalanMu.

Wahai Allah, lihatlah!
Aku tak peduli,
jika dunia tak mengenalku,
jika sejarah tak mencatatku,
jika manusia berpaling dariku,
aku tak peduli.
Aku tak ingin peduli.

Satu yang kuharap,
agar diriku ini bermanfaat untuk agamaMu.

Fallen Zombie

Satu hal yang membuat saya jatuh, sejatuh-jatuhnya ke dasar kehampaan hidup. Bukan kekurangan materi, bukan hidup yang flat, bukan kurang interaksi dengan teman alias geeky, bukan pula kurang piknik! Bukan!

Jauh dari Allah.

The worst thing ever that can happen to a human.

Jauh dari yang ngurusnya. Jauh dari yang jiwa kita berada di tanganNya.

Percuma, jika bergelimangan materi, hidup dinamis, banyak teman, ataupun piknik setiap hari, semua itu PERCUMA, jika jauh dari Rabb!Sebagaimanapun dunia ini di tanganmu, hatimu akan tetap hampa. Tapi tenang diriku, masih untung hatimu hampa ketika jauh dariNya. Super celaka lah dirimu, wahai aku, jika kau tetap senang dan tenang ketika jauh dari Rabbmu. Itu tandanya hatimu mati. Senggaknya, sekarang hatimu masih hidup, masih haus kasih sayangnya.

Yok ah, aku, masih belum terlambat selama nafas masih ada. Bersegeralah menuju Rabbmu!

Eh, iya. Tempat Allah tuh di hati. Dan hati yang nggak ada Allahnya, tinggal tunggu waktu matinya.

Hai, first post.

Hai, Hallo, Assalamu’alaikum!

Lama tak berjumpa, wordpress. Saking lamanya saya tak menulis, sudah sangat terasa efeknya. Jari ini tak dapat berselancar karena rangkaian kata di otak saya tersendat (saat menulis skripsi).

Kabar saya baik, alhamdulillah, hanya sebulan belakangan ini saya terkena (thesis) writer’s block. Bagai keong, saya bersembunyi di dalam rumah. Hp pun saya tak banyak lihat.

Selama saya bersembunyi dalam cangkang, apa yang terjadi di luar sana? Pertanyaan retoris, karena sebeulnya saya punya perkiraan. Dunia sudah mulai bergerak, hari yang dijanjikan makin dekat, tak peduli pada saya yang sedang murung. Sekarang adalah giliran saya untuk memilih, menjadi pemain dalam perubahan itu, atau penonton.

Saya akan kembali berjuang!

Ka-re-na i-tu…. saya perlu vitamin untuk memotivasi diri agar perjuangan ini terasa mudah. So, I decided to learn tafseer of Juz Amma everyday! I started today, from An-Naba.

And ayah of the day is…

لاَ يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّ لاَ كِذَّا بًا

“di dalamnya mereka tidak mendengar Perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) Perkataan dusta. ” (Q.S An-Naba : 35)

Fed up with all those nonsense and lies? Allah promises that we (inshaa Allah) won’t hear that kind of words anymore!

I’ll carry this promise with me. So when I feel so fed up with their nonsense, their fitnah, their lies, I’ll remember there is a promised time, when inshaa Allah, we Muslims won’t hear nonsense, nor lies. In totally different places  with this world. In His Jannah inshaa Allah. May He gives us His Mercy and put us in His Jannah.

Dan besok, masih An-Naba! Sudah malam dan waktunya tidur, wassalamu’alaikum!